SMA............................
Tahun Ajaran ........................
1.4.Manfaat
- Pithecanthropus
erectus, ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 di sekitar
lembah sungai Bengawan Solo, Trinil, Jawa Tengah. Mereka hidup sekitar
satu juta sampai satu setengah juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Erectus berjalan tegak dengan badan yang tegap dan alat pengunyah yang kuat. Volume otak Pithecanthropus mencapai 900 cc. Volume otak manusia modern lebih dari 1000 cc, sedangkan volume otak kera hanya 600 cc.
(Pithecanthropus erectus) -
- Pithecanthropus mojokertensis, disebut juga dengan Pithecanthropus robustus. Fosil manusia purba ini ditemukan oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 di Mojokerto, Jawa Timur. Temuan tersebut berupa fosil anak-anak berusia sekitar 5 tahun. Makhluk ini diperkirakan hidup sekitar 2,5 sampai 2,25 juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Mojokertensis berbadan tegap, mukanya menonjol ke depan dengan kening yang tebal dan tulang pipi yang kuat.
- Pithecanthropus soloensis, ditemukan di dua tempat terpisah oleh Von Koeningswald dan Oppernoorth di Ngandong dan Sangiran antara tahun 1931-1933. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak dan juga tulang kering.
Ciri-ciri Pithecanthropus :· Memiliki tinggi tubuh antara 165-180 cm.· Badan tegap, namun tidak setegap Meganthrophus.· Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc.· Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.· Hidung lebar dan tidak berdagu.· Mempunyai rahang yang kuat dan geraham yang besar.· Makanan berupa tumbuhan dan daging hewan buruan.2.1. Corak Kehidupan Prasejarah Indonesia dan Hasil Budayanya1. Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya yaitu :· Bentuk budaya yang bersifat Spiritual· Bentuk budaya yang bersifat Material2. Masyarakat Prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :· Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris· Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.3. Pola kehidupan manusia prasejarah adalah :· Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan· Bersifat Permanen (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan4. Sistem bercocok tanam/pertanian· Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam· Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah· Sistem huma untuk menanam padi· Belum dikenal sistem pemupukan5. PelayaranDalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)6. BahasaMenurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.FOOD GATHERINGCiri zaman ini adalah :· Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan· Nomaden, yaitu Hidup berpindah-pindah dan belum menetap· Tempat tinggalnya : gua-gua· Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa· Zaman ini hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan Zaman batu tengah (Mesolithikum)FOOD PRODUCINGCiri zaman ini adalah :· Telah mulai menetap· Pandai membuat rumah sebagi tempat tinggal· Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma· Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat· Alat-alat terbuat dari kayu, tanduk, tulang, bambu ,tanah liat dan batu· Alat-alatnya sudah diupam/diasah· Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan Zaman Megalithikum (zaman batu besar)2.2. Homo SapiensHomo Sapiens merupakan sebuah spesies dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam sebuah mitos, manusia seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, manusia dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dimasyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, serta berdasarkan kemampuan mereka membentuk sebuah kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan. Manusia pada dasarnya adalah makhluk budaya yang harus membudayakan dirinya. Manusia sebagai makhluk budaya mampu melepaskan diri dari ikatan dorongan nalurinya serta mampu menguasai alam sekitarnya dengan alat pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini berbeda dengan binatang sebagai makhluk hidup yang sama-sama makhluk alamiah, berbeda dengan manusia hewan tidak dapat melepaskan dari ikatan dorongan nalurinya dan terikat erat oleh alam sekitarnya.Jenis manusia ini termasuk manusia yang memiliki pikiran yang cerdas dan bijaksana. Dengan daya pikirnya manusia dapat berpikir apakah yang sebaiknya dilakukan pada masa sekarang atau masa yang akan datang berdasar kan pertimbangan masa lalu yang merupakan pengalaman. Pemikiran yang sifatnya abstrak merupakan salah satu wujud budaya manusia yang kemudian diikuti wujud budaya lain, berupa tindakan atau perilaku, ataupun kemampuan mengerjakan suatu tindakan. Manusia purba jenis ini memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang. Dibandingkan manusia purba sebelumnya, homo sapiens lebih banyak meninggalkan benda – benda berbudaya. Diduga, inilah yang menjadi nenek moyang bangsa – bangsa di dunia.Ciri-ciri Homo Sapiens :§ Tinggi tubuh 130-210 cm§ Berat badan 30 – 159 kg, dan volume otak 1350 – 1450 cc.§ Otak lebih berkembang dari pada Meganthropus dan pithecanthropus.§ Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut.§ Tonjolang kening sudah berkurang dan sudah berdagu.§ Mempunyai ciri-ciri ras Mongoloid dan Austramelanosoid.2.3. Jenis-Jenis Homo SapiensHomo Sapiens adalah jenis manusia purba yang memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang. Mereka telah memiliki sifat seperti manusia sekarang. Kehidupan mereka sangat sederhana, dan hidupnya mengembara. Jenis kaum Homo Sapiens yang ditemukan di Indonesia ada 2 yaitu:1. Homo Soloensis ( Manusia dari Solo)Fosil ini ditemukan pada tahun 1931 – 1934 oleh Von Koenigswald dan Wedenreich di desa Ngadong lebah Bengawan Solo. Fosilnya berupa tengkorak menurut penelitian terrnyata Homo Soloensis tingkatanya lebih tinggi di banding Pithecanthropus Erektus.Ciri-ciri homo soloensis :· Otak kecilnya lebih besar dari pada otak kecil Pithecanthropus Erectus.· Tengkoraknya lebih besar daripada Pithecanthropus Erectus.· Tonjolan kening agak terputus di tengah (di atas hidung).· Tinggi badan antara 130 – 210 cm· Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc· Otot tengkuk mengalami penyusutan· Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna2. Homo WajakensisFosil ini ditemukan pada tahun 1889 oleh Eugene Dobois di desa Wajak( Tulung Agung) Jawa Timur. Fosil yang ditemukan berupa tulang tengkorak, rahang atas dan rahang bawah tulang pah dan tulang kering. Homo Wajakensis golongan homo Sapiens kelompok manusia purba maju dan terakhir. Dan ini membuktikan bahwa Indonesia sejak 40.000 tahun yang lalu sudah didiami manusia sejenis Homo Sapiens.Ciri-ciri homo wajakensis :· Berbadan tegap· Mukanya tidak terlalu menonjol ke depan.· Hidung lebar dan bagian mulutnya menonjol· Tengkoraknya lebih besar dibanding Pithecanthropus.· Dahinya agak miring dan di atas mata terdapat busur kening yang nyata· Tenggorokannya sedang, agak lonjong, dan agak bersegi di tengah-tengah atap tengkoraknya dari muka ke belakang· Tingginya sekitar 180 cm· Memiliki volume otak kecil, yaitu sekitar 1000-2000 cc dengan rata-rata 1350-1450 cc.· Tinggi badang antara 130-210 cm, berat badan antara 30-150 kg.· Hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu· Mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang yang masih sederhana.2.4. Kebudayaan Homo SapiensHasil kebudayaan Homo sapiens adalah perkakas yang terbuat dari batu dan zaman manusia mempergunakan perkakas dari batu disebut Zaman Batu. Zaman batu terbagi dua tahap, yaitu: Zaman Batu Tua (paleolithikum) dan Zaman Batu Baru (Neolithikum).Zaman batu tua berlangsung antara 300 ribu tahun sebelum masehi sampai 35 ribu tahun sebelum masehi, yaitu dalam masa 2.650 abad lamanya. Meskipun manusia yang hidup dan berkebudayaan Batu Tua dan berkembang dalam masa 2.650 abad itu, kebudayaannya masih rendah, akan tetapi mereka termasuk dalam jenis Homo Sapiens (manusia berbudaya) untuk membedakan dari makhluk-makhluk masa sebelumnya.Zaman batu baru. Secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama kebudayaan homo sapiens berangsur-angsur meningkat. Homo sapiens dapat membelah dan mengasah batu, kemudian membentuk batu itu menjadi perkakas disesuaikan dengan keperluannya, seperti kapak, ujung tombak, mata panah dan lain sebagainya. Secara perlahan-lahan pula kebudayaan Batu Baru menyebar ke daerah-daerah yang beriklim hangat di dunia.BAB IIIPENUTUP3.1. SimpulanBerdasarkan pembahasan di atas, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :Manusia yang hidup pada zaman praaksara (prasejarah) disebut manusia purba. Manusia purba adalah manusia penghuni bumi pada zaman prasejarah yaitu zaman ketika manusia belum mengenal tulisan. Ditemukannya manusia purba karena adanya fosil dan artefak. Jenis-jenis manusia purba dibedakan dari zamannya yaitu zaman palaeolitikum, zaman mezolitikum, zaman neolitikum, zaman megalitikum, zaman logam dibagi menjadi 2 zaman yaitu zaman perunggu dan zaman besi. Ada beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di wilayah Indonesia Meganthropus Paleojavanicus yaitu manusia purba bertubuh besar tertua di Jawa dan Pithecanthrophus adalah manusia kera yang berjalan tegak.Corak kehidupan prasejarah indonesia dilihat dari segi hasil kebudayaan manusia prasejarah menghasilkan dua bentuk budaya yaitu : bentuk budaya yang bersifat spiritual dan bersifat material; segi kepercayaan ada dinamisme dan animisme; pola kehidupan manusia prasejarah adalah bersifat nomaden (hidup berpindah-pindah dan bersifat permanen (menetap); sistem bercocok tanam/pertanian; pelayaran; bahasa; food gathering dan menjadi food producing.Homo Sapiens adalah jenis manusia purba yang memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang. Mereka telah memiliki sifat seperti manusia sekarang. Kehidupan mereka sangat sederhana, dan hidupnya mengembara. Jenis kaum Homo Sapiens yang ditemukan di Indonesia ada 2 yaitu:1. Homo Soloensis2. Homo WajakensisHasil kebudayaan Homo sapiens adalah perkakas yang terbuat dari batu dan zaman manusia mempergunakan perkakas dari batu disebut Zaman Batu. Zaman batu terbagi dua tahap, yaitu: Zaman Batu Tua (paleolithikum) dan Zaman Batu Baru (Neolithikum).3.2 Saran3.2.1 Diharapkan agar masyarakat dapat memahami maksud dari makalah ini dan bisa menambah pengetahuan dan wawasan tentang kehidupan manusia purba pada zaman dahulu.3.2.2 Diharapkan bagi penulis lain untuk mencari referensi yang lebih relevan sebagai bahan dalam pembuatan makalah guna menciptakan karya tulis yang lebih bermanfaat mengenai kehidupan manusia homo sapiens pada zaman dahulu.DAFTAR PUSTAKAhttp://www.plengdut.com/2013/03/Manusia-Purba-Indonesia-yang-Hidup-pada-Masa-Praaksara.htmlhttp://indonesiaindonesia.com/f/89905-manusia-purba-indonesia/http://www.info-asik.com/2012/10/sejarah-manusia-purba.htmlhttp://marhadinata.blogspot.com/2013/01/sejarah-manusia-purba-di-indonesia.htmlhttp://smpn1sdk91bubun2013.blogspot.com/2013/03/sejarah-manusia-purba.htmlhttp://yessicahistory.blogspot.com/2013/04/sejarah-manusia-purba-di-indonesia.htmlhttp://zulfahmigo.blogspot.com/2013/01/manusia-purba-pithecanthropus-erectus.html













